Tampilkan postingan dengan label Salah Pilih Jurusan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salah Pilih Jurusan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Mei 2016

87% Mahasiswa Indonesia Salah Pilih Jurusan

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Kenali Potensi Diri Sebelum Pilih Jurusan


Jakarta[UNAS] - Salah pilih jurusan Sekolah? Ini adalah fenomena unik yang terjadi di Indonesia. Beberapa mahasiswa mengaku pernah mengambil jurusan atau program studi yang berbeda sebelum akhirnya memilih program studi yang saat ini dijalani. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengambil studi Akuntasi. Namun, tahun berikutnya, ia akhirnya mengambil program studi Desai Komunikasi Visual. 

Hal tersebut diakui oleh pakar psikologi anak dan remaja Dr Charyna Ayu Rizkyanti SPsi MA. Charyna menuturkan berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Nasional, permasalahan salah memilih jurusan atau program studi masih dipengaruhi oleh minimnya informasi tentang potensi diri calon mahasiswa. 

"Penyebab utamanya, sebagian mereka melakukan pilihan jurusan bergantung kepada pendapat pribadi yang belum tentu sesuai dengan potensi, karakter, kekuatan dan kelemahan dalam diri mereka, termasuk juga pengaruh teman-temannya," ungkap Charyna yang juga merupakan Ketua Bidang Pendidikan Karakter dan Pengembangan Karier Badan Konseling Integritas Bangsa Universitas nasional ini. 
Sementara itu, Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA menuturkan, mahasiswa membutuhkan karakter tertentu dalam proses belajar dan penyelesaian tugas kuliah hingga masa bekerja. Di luar minat dan bakat, kegagalan studi atau antusiasme yang minim bisa jadi akibat karakter mahasiswa yang kurang mendukung. 

"Karakter atau ciri kepribadian tertentu memang dapat mengarahkan keberhasilan profesi seseorang. Katakalah, mahasiswa kedokteran yang ingin berhasil diharapkan sejak kuliah mampu menunjukkan perilaku peduli, menyenangkan, melindungi, dan melayani," kata Rochmat. 

Rochmat menjelaskan, secara umum tidak diperlukan tes khusus untuk mengetahui kecocokan karakter dengan jenis program studi. Namun, secara khusus, tes kepribadian sangat diperlukan untuk pemilihan program studi tertentu. Misalnya, program studi Kependidikan dan Kedokteran. Tes kepribadian ini dapat dilakukan pada awal masuk program pendidikan akademik, tetapi bisa juga dilakukan pada awal masuk program pendidikan profesi. 

Charyna menjelaskan, pada masa SMA, remaja berproses dalam pencarian identitas dirinya. Meskipun ini fase alamiah yang umum, kepekaan dari lingkungan, terutama dari orangtua, tetap diperlukan. Orangtua yang peduli akan mampu mendeteksi perubahan pada remaja sehingga remaja dapat terelakkan dari hal-hal yang sifatnya negative dan mampu mengembangkan potensi dirinya. Jadi, remaja akan mampu memutuskan jurusan yang dipilih sesuai dengan potensi dirinya. Inilah yang disebut bahwa remaja telah menemukan jati dirinya.


Video : Kenali Karakter Diri Sebelum Penyesalan



Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Continue Reading…
Kamis, 10 September 2015

Pilihlah Jurusan Sekolah Sesuai Dengan Potensimu

Salah Pilih Jurusan Sekolah

Suatu hari ada orang tua bersama anaknya, mahasiswa fakultas hukum semester akhir salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta, datang ke rumah. Sepasang orang tua ini sedang bingung karena anak laki-lakinya yang hampir menamatkan pendidikannya tidak mau mengerjakan tugas akhir sebagai syarat kelulusannya. Padahal jika sudah sampai batas waktu akhir yang telah di tentukan, dia terancam drop out. Mereka tidak mengetahui alasan anak laki-lakinya tersebut tiba-tiba mogok, tidak mau menamatkan kuliahnya.
Setelah panjang lebar berbicara dengan anaknya secara terpisah, akhirnya dapat ditemukan akar permasalahnnya.
“ Bapak, Ibu…setiap anak memiliki ciri yang berbeda-beda, baik dari sifat, karakter, juga kekuatan dan kelemahannya. Anak Ibu memiliki kecenderungan sifat agak pendiam, kurang suka bergaul, menyukai hal-hal yang bersifat teknis, suka berada atau bekerja sendiri dalam ruangan, kurang menyukai pekerjaan yang berhadapan dengan manusia yang mengandalkan kemampuan komunikasi, dan banyak lagi ciri lainnya. Ciri-ciri inilah yang sebenarnya bisa dijadikan petunjuk dalam mengarahkan bidang yang sesuai dengan karier anak ibu. Sayangnya selama ini tidak ada seorangpun yang bisa mengidentifikasi petunjuk-petunjuk berharga ini, tidak pendidik, tidak juga sekolah, atau orang tuanya”.
“Dari petunjuk lebih dalam, anak ibu sangat tidak menyukai bidang hukum seperti keinginan orang tuanya. Bidang yang menjadi minatnya adalah design grafis atau animasi komputer”.
“Jadi selama ini anak Ibu ketakutan akan profesi yang akan digelutinya kelak, karena profesi tersebut bukan keinginannya. Dia sangat tidak menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan manusia dan melibatkan komunikasi langsung terlebih lagi dengan berdebat”.

“Oleh karena itu pada detik-detik terakhir mendekati penyelesaian kuliah, tekanan itu muncul makin hebat menghantui dirinya. Anak ibu ketakutan membayangkan dirinya berprofesi di bidang hukum dan berhadapan dengan publik. Jadi dia berfikir sebagai jalan terakhir mengambil keputusan untuk mogok dan tidak mau mengerjakan tugas akhirnya.” Kedua orang tua anak tersebut kaget mendengarnya.
“ Sesungguhnya potensi-potensi itu bisa diketahui sejak jauh hari, sebelum anaknya menentukan sekolah dan bidang yang dipilih”.
“Jadi sekarang ini kami harus bagaimana? Kami tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.” sela Bapak anak tersebut.
“ Begini Pak. Jika anak Bapak dipaksa terus untuk menyelesaikan tugas akhirnya, bisa saja. Tetapi itu Bapak telah mewariskan sebuah penderitaan seumur hidup. Sementara perjalanan hidup anak Bapak masih sangat panjang. Jadi jika yang diwariskan adalah penderitaan, dia akan merasakan dalam waktu yang sangat panjang. Jalan keluar yang jauh lebih berharga, memberi kesempatan meraih sukses dalam hidupnya, sedangkan untuk sukses bisa diraih apabila dia menggeluti profesi yang dicintainya.”
Sampai akhirnya dicapai kesepakatan walau dengan berat hati, orang tuanya mau menerima keinginan anaknya untuk tidak melanjutkan dan menamatkan pendidikan Fakultas Hukum, melainkan pindah jurusan ke bidang animasi komputer dengan syarat dia harus menyelesaikannya dengan baik.
Sungguh memprihatinkan, sudah terbayang betapa besar biaya sosial, waktu dan finansial yang harus di keluarkan keluarga tersebut. Walaupun orang tuanya cukup mampu, tetap saja akan rugi waktu dan tenaga karena harus memulai segalanya dari awal.

Sumber : Ayah Edy Punya Cerita - School with no goals

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.



Keep Your Handwriting,

AGC - Jasa Analisa Tulisan Tangan


Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Continue Reading…

Sahabat AGC

Jasa Grafologi

Copyright © Alpha Graphology Center | Analisa Tulisan Tangan | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates